Penangkal Petir
Amankan bangunan anda dari bahaya sambaran petir yang bisa mendisfungsikan perangkat elektronik anda. Di Indonesia sendiri alat pengaman sambaran petir biasa disebut dengan penangkal petir, penyalur petir, penangkap petir dan lain sebagainya. Dalam bahasa teknik universal biasa disebut dengan lightning protection. Disini kami menamai lightning protection dengan penangkal petir seperti yang tertulis pada ensiklopedia bebas Indonesia ( wikipedia ).
System kerja penangkal petir ialah menangkap sambaran petir dari udara lalu disalurkan ke medan pembumian atau tanah. Alat yang digunakan sebagai berikut :
1. Air terminal :
Air terminal petir menggunakan bahan tembaga yang dengan mudah menjadi umpan dalam sambaran petir. Pemasangan berada pada titik tertinggi bangunan sehingga bisa membuat aman bangunan dalam cover area dan sambaran petir terfokus pada air terminal.
2. Tiang penyangga :
Media atap bangunan dan titik nol dari tanah menjadi pedoman dasar konstruksi tiang penyangga.
3. Kabel penghantar :
Dengan pengguanaan kabel bisa difungsikan sebagai arus petir dari air terminal menuju ke tanah.
Kabel NYA
Kabel NYY
Kabel Coaxial
4. Grounding system :
Tempat pembumian / grounding system untuk membuang / menetralkan sambaran petir ke dalam tanah.
Di Indonesia sendiri untuk system elektrostatis banyak bermunculan air terminal penangkal petir dengan cover radius 60 – 150 Meter yang sudah tersertifikasi SNI dan Uji LMK. Evo Franklin, Flash Vectron, Kurn, Viking. Thomas, Gent dan lain sebagainya.
Dalam system konvensional alat air rod ( penangkal petir splitzen / tombak ) yang biasa diaplikasikan pada bangunan rumah sebaiknya menggunakan penangkal petir tembaga asli untuk memaksimalkan kinerja tangkapan petir.





Tidak ada komentar: